Kurikulum/Bulan 3
Intermediate 16 jam

UX Fundamental

Modul ini menggeser fokus dari 'cantik' ke 'masuk akal'. Kamu belajar memetakan tujuan user dan bisnis, menyusun user flow dan task flow, information architecture, wireframing, sampai menulis UX writing untuk berbagai state.

Tujuan Modul

User paham bahwa UX bukan cuma tampilan, tapi alur dan pengalaman.

  • Memisahkan user goal dan business goal lalu mencari titik temunya.
  • Membuat user flow dan task flow yang jelas.
  • Menyusun information architecture yang mudah dinavigasi.
  • Mendesain semua state: loading, empty, error, success.
1

User Flow & Task Flow: Mendesain Perjalanan, Bukan Layar

28 menit

Tujuan Lesson

Memetakan langkah user mencapai tujuan sebelum menyentuh visual.

User goal vs business goal

User goal adalah apa yang ingin dicapai user (cepat checkout). Business goal adalah apa yang diinginkan bisnis (menaikkan konversi). Desain yang baik adalah jembatan: membantu user sekaligus mendukung bisnis tanpa memanipulasi.

User flow vs task flow

User flow menggambarkan seluruh kemungkinan jalur termasuk percabangan dan error. Task flow fokus pada satu jalur ideal untuk menyelesaikan satu tugas. Mulai dari task flow agar fokus, lalu kembangkan ke user flow.

Elemen dasar flow

Notasi sederhana yang cukup untuk komunikasi:

  • Start: titik masuk.
  • Action: aksi user (klik, isi form).
  • Decision: percabangan ya/tidak.
  • Success: tujuan tercapai.
  • Error: jalur gagal yang harus dirancang juga.

Information architecture

IA adalah cara informasi dikelompokkan dan dinamai. Struktur yang baik membuat user menebak dengan benar di mana sesuatu berada. Gunakan label sesuai bahasa user, bukan bahasa internal tim.

Contoh Baik

Flow checkout yang menampilkan jalur sukses sekaligus menangani kartu gagal dan stok habis, dengan pesan yang membantu user melanjutkan.

✕ Contoh Buruk

Flow yang hanya menggambar 'happy path'. Saat pembayaran gagal, user terjebak tanpa petunjuk apa yang harus dilakukan.

Coba User Flow BuilderSusun node Start, Action, Decision, Success, Error secara visual.

Kesalahan Umum Pemula

  • ⚠Langsung mendesain UI tanpa memetakan flow.
  • ⚠Hanya merancang happy path, melupakan error.
  • ⚠Label navigasi memakai istilah internal tim.
  • ⚠Terlalu banyak langkah untuk satu tugas sederhana.

Designer Mahal Berpikir Begini

Designer mahal merancang juga saat-saat buruk: error, koneksi putus, data kosong. Pengalaman premium terasa saat hal jelek ditangani dengan tenang.

Coba Latihan

  • Buat user flow aplikasi booking tiket lengkap dengan error.
  • Buat task flow login yang ideal.
  • Gambar information architecture tree untuk aplikasi catatan.

Checklist Lesson

0/4 selesai

Uji Pemahaman

Soal 1 dari 2

Apa beda user flow dan task flow?

2

Wireframe & UX Writing untuk Semua State

24 menit

Tujuan Lesson

Membuat wireframe low-fidelity dan menulis microcopy yang membantu user di setiap state.

Low-fi vs high-fi wireframe

Low-fidelity fokus pada struktur dan hierarki tanpa warna/detail; cepat dibuat dan mudah diubah. High-fidelity menambah detail visual mendekati final. Mulai low-fi untuk menguji ide sebelum berinvestasi pada detail.

Empat state wajib

Setiap layar yang menampilkan data harus merancang empat state:

  • Loading: skeleton atau indikator yang menenangkan.
  • Empty: jelaskan kenapa kosong dan beri satu aksi.
  • Error: jelaskan masalah dan cara memperbaiki.
  • Success: konfirmasi singkat yang jelas.

UX writing yang membantu

Microcopy bukan hiasan; ia bagian dari UX. Tulis singkat, manusiawi, dan berorientasi aksi. Hindari istilah teknis dan jangan menyalahkan user.

Form UX

Form panjang menakutkan. Pecah jadi langkah, beri label jelas di atas field, tampilkan error inline di dekat field, dan jelaskan format yang diminta sebelum user salah.

Contoh Baik

Empty state daftar tugas: ilustrasi ramah, teks 'Belum ada tugas. Tambahkan tugas pertamamu untuk mulai.' dan tombol 'Tambah Tugas'.

✕ Contoh Buruk

Empty state hanya menampilkan tulisan 'No data' tanpa konteks dan tanpa aksi, membuat user bingung harus apa.

Coba Wireframe BuilderSusun blok wireframe sederhana lewat drag pada Playground.

Kesalahan Umum Pemula

  • ⚠Melompat langsung ke high-fidelity.
  • ⚠Melupakan loading dan empty state.
  • ⚠Pesan error menyalahkan user ('Input Anda salah').
  • ⚠Label form ditaruh di dalam field sebagai placeholder saja.

Designer Mahal Berpikir Begini

Designer mahal tahu kata-kata adalah UI. Satu kalimat empty state yang tepat bisa menyelamatkan user yang hampir menyerah.

Coba Latihan

  • Buat wireframe low-fi dashboard SaaS.
  • Redesign form panjang menjadi multi-step yang ramah.
  • Tulis microcopy untuk loading, empty, error, dan success.

Checklist Lesson

0/4 selesai

Uji Pemahaman

Soal 1 dari 2

Kapan sebaiknya memakai wireframe low-fidelity?

Project Modul

UX Blueprint Aplikasi Booking

Buat blueprint UX lengkap untuk aplikasi booking: user flow, IA, wireframe low-fi, dan microcopy untuk semua state.

Deliverables:

  • User flow dengan jalur sukses dan error.
  • Information architecture tree.
  • Wireframe low-fi 5-8 layar.
  • Kumpulan microcopy untuk setiap state.