Kurikulum/Bulan 2
Pemula 16 jam

Figma Profesional

Figma adalah alat utama designer modern. Modul ini mengajarkan cara kerja yang rapi dan scalable: Auto Layout, components, variants, styles, variables/design tokens, prototype interaktif, dan Dev Mode untuk handoff.

Tujuan Modul

User bisa bekerja dengan Figma seperti designer profesional.

  • Menyusun file Figma yang rapi dengan naming convention jelas.
  • Menguasai Auto Layout untuk layout responsif tanpa drama.
  • Membuat komponen dengan variants dan state lengkap.
  • Membangun prototype interaktif dan menyiapkan handoff lewat Dev Mode.
1

Auto Layout & Components: Berhenti Menggeser Manual

30 menit

Tujuan Lesson

Membuat komponen fleksibel yang merapikan diri sendiri dengan Auto Layout.

Kenapa Auto Layout mengubah segalanya

Tanpa Auto Layout, kamu menggeser setiap elemen secara manual setiap kali ada perubahan teks. Dengan Auto Layout, elemen menata diri otomatis: padding, jarak antar item, dan arah (horizontal/vertikal) diatur sekali, lalu komponen menyesuaikan ukuran konten.

Frame, grid, dan constraints

Frame adalah wadah. Layout grid membantu menyusun kolom. Constraints menentukan bagaimana elemen menempel saat frame diubah ukurannya (pin kiri, kanan, stretch). Kombinasi ketiganya membuat desain responsif.

Components & instances

Component adalah master; instance adalah salinan yang mengikuti master. Ubah master sekali, semua instance ikut berubah. Ini fondasi konsistensi dan kecepatan kerja.

Variants untuk state

Variants menyatukan banyak versi komponen (default, hover, disabled) dalam satu set yang bisa di-switch lewat properti. Satu tombol bisa punya properti size, state, dan icon dalam satu tempat.

Contoh Baik

Tombol dibuat dengan Auto Layout sehingga melebar otomatis mengikuti teks, dan punya variants untuk semua state. Mengganti teks tidak merusak layout.

✕ Contoh Buruk

Tombol digambar manual dengan ukuran tetap. Saat teks lebih panjang, teks keluar dari kotak dan harus diperbaiki manual satu per satu.

Kesalahan Umum Pemula

  • ⚠Tidak memakai Auto Layout sehingga semua manual.
  • ⚠Menduplikat komponen alih-alih membuat instance.
  • ⚠Penamaan layer berantakan (Frame 123, Rectangle 5).
  • ⚠Membuat variant terpisah-pisah tanpa properti yang konsisten.

Designer Mahal Berpikir Begini

Designer mahal membangun sekali, pakai berkali-kali. Mereka menabung waktu lewat sistem, bukan menghabiskan waktu menggeser pixel berulang.

Coba Latihan

  • Buat button dengan 4 state: default, hover, pressed, disabled.
  • Buat input field dengan state: default, focused, error, success.
  • Susun ulang sebuah card memakai Auto Layout penuh.

Checklist Lesson

0/4 selesai

Uji Pemahaman

Soal 1 dari 2

Apa keuntungan utama Auto Layout?

2

Styles, Variables & Design Tokens: Pondasi Sistem

26 menit

Tujuan Lesson

Mengelola warna, tipografi, dan spacing sebagai token yang konsisten dan mudah diubah.

Dari nilai mentah ke token

Token adalah nama untuk sebuah keputusan desain. Alih-alih menulis #3461FF di banyak tempat, kamu membuat token 'color/primary'. Saat brand berubah, kamu cukup ubah satu token dan seluruh desain ikut berubah.

Styles vs Variables

Styles cocok untuk tipografi dan efek. Variables (color, number, string, boolean) lebih fleksibel dan mendukung mode seperti light/dark. Variables menjadi dasar design token modern di Figma.

Naming convention token

Gunakan struktur kategori/peran/varian, contoh:

  • color/text/primary, color/text/muted
  • color/bg/surface, color/brand/500
  • space/4, space/8, space/16
  • radius/sm, radius/md, radius/lg

Dev Mode & file organization

Dev Mode memberi developer ukuran, warna token, dan spec siap pakai. Susun file dengan halaman terpisah: Cover, Foundations, Components, Flows. Struktur rapi menghemat waktu seluruh tim.

Contoh Baik

Seluruh warna memakai token. Mengubah brand dari biru ke ungu cukup mengganti color/brand/500 dan semua komponen ikut berubah konsisten.

✕ Contoh Buruk

Warna hex ditulis manual di setiap komponen. Saat brand berubah, designer harus mengganti puluhan tempat dan beberapa terlewat.

Kesalahan Umum Pemula

  • ⚠Tidak memakai token, menempel hex di mana-mana.
  • ⚠Penamaan token tidak konsisten.
  • ⚠Mencampur foundations dan komponen di satu halaman berantakan.
  • ⚠Tidak memanfaatkan Dev Mode untuk handoff.

Designer Mahal Berpikir Begini

Designer mahal mendesain sistem yang bisa berubah skala, bukan sekadar satu layar cantik. Token adalah cara mereka memastikan perubahan kecil tidak meledak jadi pekerjaan besar.

Coba Latihan

  • Buat mini design system: color, typography, spacing token.
  • Konversi satu desain lama agar memakai token sepenuhnya.
  • Buat prototype onboarding 5 screen dengan komponen ber-token.

Checklist Lesson

0/4 selesai

Uji Pemahaman

Soal 1 dari 2

Apa itu design token?

Project Modul

Starter Design System di Figma

Bangun file Figma terstruktur berisi foundations (token), komponen inti dengan variants, dan satu prototype onboarding 5 layar.

Deliverables:

  • Halaman Foundations berisi token.
  • Button & Input dengan seluruh state sebagai variants.
  • Prototype onboarding 5 layar yang bisa diklik.
  • File rapi siap Dev Mode.